PERJANJIAN DAMAI

| |

Perjanjian Hudaibiyah Selama 25 tahun masa kerasulan nabi Muhammad SAW banyak peristiwa yang pada saat itu belum bisa di fahami oleh para sahabat bahwa kejadian tersebut adalah berdampak positif untuk dakwah Islam. Salah satu nya adalah perjanjian Hudaibiyah ini. Isi dari perjanjian Hudaibiyah adalah : 1. Orang-orang musyrik harus membiarkan kaum muslimin untuk melaksanakan thawaf di Baitullah. 2. Jika ada seorang dari Quraisy datang kepada Muhammad tanpa seizin walinya maka dia(Muhammad) harus mengembalikan kepada mereka dan baarangsiapa diantara pengikut Muhammad datang kepada Quraisy maka dia tidak akan dikembalikan. Perjanjian ini berlangsung selama sepuluh tahun. Beberapa ibroh dari perdamaian Hudaibiyah : 1. Perdamaian ini adalah salah satu bentuk tadbir Ilahi (rekayasa Ilahi) untuk menampakkan tindakan kenabian dan pengaruhnya. Kesuksesan perdamaian ini merupakan rahasia yang berkaitan erat dengan perkara ghaibyang tersimpan di dalam pengetahuan Allah semata. Kaum muslimin pada saat itu merasa heran dan terperanjat melihat peristiwa tersebut karena mereka lebih banyak mengandalkan pemikiran dan pertimbangan mereka. Dari sinilah maka kami mengganggap masalah perdamaian ini, dengan segala muqaddimah, isi dan hasil-hasilnya termasukdasar-dasar yang penting dalam meluruskan aqidah Islamiah dan mengukuhkannya. 2. Bahwa perdamaian Hudaibiyah ini merupakan mukadimah bagi penaklukan kota Makkah. Perdamaian ini merupakan pintu dan kunci bagi penaklukan kota Makkah. Sudah merupakan ’kebiasaaan” Allah apabila menghendaki terjadinya suatu perkara besar senantiasa memperlihatkan beberapa mukadimah terlebih dahulu sebagai isyarat kepadanya. 3. Bahwa dengan perdamaian ini Allah ingin menunjukkan adanya perbedaan yang sangat jelas antara wahyu kenabian dan rekayasa pemikiran manusia, antara bimbingan (taufiq) Nabi yang diutus dan tindakan seorang pemikir yang jenius, antara ilham Ilahi yang datang dari luar alam sebab akibat dan memperturutkan isyarat sebab akibat. Allah ingin memenangkan nubuwwat Nabi-Nya di hadapan penglihatan setiap orang yang cerdas dan berpikiran mendalam. ” Dan supaya Allah menolong mu dengan pertolongan yang kuat” (Al Fath:3). Yakni pertolongan yang unik caranya sehingga akan menyentakkan akal-akal yang lalai dan pikiran yang tertutup. 4. Allah ingin menjadikanpenakulan kota Makkah dengan cara damai danpenuh rahmat, bukan penaklukan yang menimbulkan tragedi dan pepereangan. Penakulan yang menjadikan umat manusia berduyun-duyun memeluk agama Allah dan menerima taubat orang-orang yang pernah menganiaya serta mgnusir Nabi-Nya. Karena itu sebelumnya Allah menyelenggarakan pendahuluan ini : Quraisy menyadari akan dirinya dan bersama-sama para sahabat Nabi saw mengambil pelajaran dari perdamaian ini , sehingga pemikiran mereka telah matang dan siap untukmenerima kebenaran yang mutlak. Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah ini : 1. Meminta bantuan kepada Non Muslim bukan dalam perang Meminta bantuan kepada non Muslim itu tergantung kepada kondisi dan situasi orang yang dimintai bantuannya. Jika tidak dapat dipercayai maka tidak boleh meminta bantuan nya. Dalam masa Rasulullah meminta bantuan non Muslim bukan dalam keadaan perang, seperti pengiriman intel ke barisan musuh. 2. Tabi’at Syura dalam Islam. Semua tindakan Rasulullah mensyariatkan syurah dan keharusan seorang pemimpin untuk berpegang teguh kepada prinsip ini. Apabila Seorang penguasa mulsim merasa mantap dengan pendapat merka atas dasar dalil-dalil dan hukum-hukum syariat maka ia boleh mengambil nya. Tetapi jika kurang mantap maka ia boleh mengambil pendapat lainnya. 3. Tabarruk dengan bekas Pakai Nabi saw Adalah tidak mungkin beriman kepada Rasulullah tanpa mencintainya. Menunjukkan tabarruk dengan benda-benda bekas pakai Nabi saw adalah perkara yang disyariatkan.. 4. Hukum berdiri kepada Orang yang duduk Berdiri kepada orang yang duduk adalah dilarang. Karena hal itu termasuk bentuk ta’zhim (penghormatan) yang di praktekkan oleh orang-orang asing dan diingkari Islam. Ia termasuk tamatstsul (cara penghormatan) yang dilarang oleh Nabi saw. 5. Disyariatkan perjanjian damai antara kaum Muslimin dan Musuh mereka. Perjanjian Hudaibiyah dijadikan dalil oleh para ulama bahwa mengadakan perjanjian damai antara kaum muslimin dan musuh mereka selama waktu tertentu baik dengan ada ganti rugi yang diambil oleh kaum muslimin ataupun tidak. 6. Imam Syafi’i dan sejumlah imam yang lain berpendapat bahwa perjanjian damai itu harus di batasi waktunya dan tidak boleh lebih dari sepuluh tahun. 7. Syarat dalam mengadakan perjanjian damai ada yang sah dan ada pula yang bathil. Syarat yang sah adalah setiap syarat yang tidak bertentangan dengan nash Al Qur’an atau sunnah Nabi-Nya. 8. Hukum Ishar (membatalkan) penunaian haji dan umrah Amalan Nabiberupa tahallul, menyembelih kurban dan bercukur setelah urusan perjanjian damai, menunjukkan bahwa orang ang muhsar (membatalkan haji karena suatu halangan) dibolehkan tahallul dengan menyembelih kambing di tempat pembatalannya dan mencukur rambut kemudian berniat tahallul baik dari haji ataupun umrah.

Posted by Guna sarana Komunika on 12.40. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "PERJANJIAN DAMAI"

Poskan Komentar